BEAUTY SKIN CARE
BEAUTY SKIN CARE
Showing posts with label food and drink. Show all posts
Showing posts with label food and drink. Show all posts

Monday, March 15, 2010

Kopitiam Oey


S
abtu minggu lalu, akhirnya keinginanku untuk jalan2 di Jalan Sabang dan dinner di sana kesampaian juga. Karena bosan jalan2 ke mall dan merindukan jalan2 di ruang terbuka maka Sabang yg terlintas di pikiran. Sebelumnya udah pernah jalan2 ke pasar baru, museum Fatahillah dan kemudian dinner di Cafe Batavia. Ceritanya udah pernah diposting di sini. Aku sungguh menyukai acara jalan2 seperti itu dan diakhiri dengan dinner di tempat yg spesial dan ngga biasa. Maka Sabtu sore kemarin jam 17.30 sore kami berangkat, ternyata jalanan ngga macet maka kami bisa cepat sampai ke gedung Jakarta Theatre untuk parkir di sana. Ternyata sedang ada konser di sana maka sangat ramai dan parkir penuh sekali. Untunglah kami mendapat parkir di lantai P10 dan dari sana kami berjalan kaki ke Jalan Sabang.

Tampak depan Kopitiam Oey

Bagian dalam Kopitiam Oey yg kecil dan sempit

Interior dalam Kopitiam Oey

Bagian penyajian makanan dan minuman

Bagian kasir dengan gorden unik bergaya Cina

Lukisan2 bergaya Cina tempo dulu

Cuaca malam itu cerah sehingga sangat menyenangkan jalan2 di sepanjang Jalan Sabang, jalanan juga sepi dan ngga banyak mobil lewat. Mungkin karena saat itu mau long weekend dengan adanya tanggal merah (Selasa tgl 16 Maret) jadi banyak yg pergi keluar kota? Kita berjalan di sepanjang trotoar yang sempit krn banyak pedagang kaki lima di sepanjang trotoar. Kami melewati aneka tempat makan, toko2 klontong gaya tempo dulu yang luas, toserba sampe mini market. Dan akhirnya sampai di tempat yang menjadi tujuan kami yaitu Kopi Tiam Oey. Ternyata tempatnya kecil dan ngga menyolok. Ketika kita masuk, terasa banget suasana Cina tempo dulu karena interiornya memakai perabot, lukisan, gorden sampe hal2 kecil misalnya menunya pun bergaya Cina.

Menu dengan Bahasa Indonesia ejaan lama

Kopi soesoe Indotjina dan Ijs Kopi Sisiliana

Mi Kepiting Pontianak

Ikan dan Kentang Goreng

Setelah dipersilahkan duduk di salah satu meja bundar untuk 4 orang, kami diberi menu dengan cover berkain dengan motif khas Cina. Langsung kubuka dan melihat2 menunya yang menggunakan Bahasa Indonesia ejaan lama. Kulihat i bagian menu makan malam, ternyata hanya ada 4 macam menu untuk makan malam. Nasi goreng (kambing/ayam), Roti bakar Italia (roast beef + mozzarella), Ikan dan Kentang Goreng, Mi Kepiting Pontianak. Betapa sedikitnya pilihan menu makan malamnya. Benny memesan Mi Kepiting Pontianak dan aku memesan Ikan dan Kentang Goreng. Sedangkan untuk minuman, Benny memesan Kopi soesoe Indotjina dan aku memesan Ijs Kopi Sisiliana. Ngga lama menunggu minuman datang duluan, disusul makanan. Betapa kecewanya aku ketika melihat pesananku, benar2 100% gorengan dan sungguh jauh dari bayanganku. Tadinya kubayangkan akan disajikan fillet ikan dengan kentang goreng dan salad. Ternyata dapatnya stik ikan yang kurus2 dan kentang goreng tanpa sayuran. Mi kepiting Pontianak Benny jauh lebih baik dibanding pesananku. Setelah makanan habis, kami pun mencicipi kopinya, ternyata kopinya asam. Sangat terasa asam di lidah, sangat jarang aku merasakan kopi begitu asam spt itu. Kopi pesanan Benny ngga terlalu terasa asam karena bercampur susu kental manis. Kopinya ngga kuhabiskan.

Suasana di Jalan Sabang

Beli dulu kue Ape/kue Tetek kesukaanku

Selesai makan, kami keluar dari Kopitiam dengan rasa ngga puas khususnya aku krn pesananku semuanya ngga ada yg enak. Kami berjalan lagi menyusuri trotoar yang tadi kulewati ketika datang. Tadinya ingin mampir melihat2 ke salah satu toko kelontong bergaya Cina tp ngga jadi karena ngga tahu apa yang mau dibeli. Lalu kami berhenti ke tempat penjual kue ape/kue tetek kesukaanku di pinggir trotoar. Jarang ada yg jual kue tsb di mall, biasanya kubeli kue tsb kalo ke pasar baru. Lumayan buat mengisi perut yang belum kenyang setelah dinner tadi. Setelah puas berjalan dari Jalan Sabang sampe masuk Sarinah, kami pun pulang menenteng segelas Caramel Machiatto minuman favorit Benny dari Starbucks untuk menebus rasa kecewa atas kopi yang tadi kami minum di Kopitiam Oey. Selain di Museum Fatahillah, Pasar Baru dan Jalan Sabang, ada ide tempat jalan2 lainnya yang asik? Sharing donk :)

Friday, March 12, 2010

Spaghetti Bolognese La Fonte

Sudah sebulan ini aku, tiap Sabtu pagi aku sarapan spaghetti La Fonte yang lezat dan masih belum bosan. Yang sering ke supermarket, mungkin ngga asing dengan merk La Fonte yang merupakan merk spaghetti kering dalam kemasan kotak/plastik, bentuknya seperti lidi. Kini udah hadir saus spaghetti merk La Fonte juga, saat ini baru tersedia rasa Bolognese. Jadi lengkaplah bahan2 untuk membuat spaghetti sendiri di rumah. Penyajiannya sangat mudah dan cepat. Tambahkan daging cincang dan bawang bombay ke dalam saus spaghetti, akan jadi lebih lezat! Mungkin kalian udah melihat iklan tentang spaghetti La Fonte. Begitulah aku jadi korban iklan dan tergiur untuk mencobanya, ternyata ngga ngga mengecewakan rasa spaghettinya.

Spaghetti setelah direbus

Saus setelah dicampur dengan
daging cincang dan bawang bombay


Satu buah kemasan saus spaghetti Bolognese dengan isi 350 gram takarannya udah pas porsinya dengan spaghetti kemasan 250 gram. Spaghettinya direbus dulu sekitar 15 menit, tambahkan sedikit mentega agar spaghettinya ngga lengket lalu tririskan. Aku suka spaghettinya krn ngga gampang mekar dan teksturnya kenyal. Lalu untuk sausnya, 1 ons daging cincang (boleh daging ayam atau daging sapi) dan bawang bombay digoreng dulu dengan sedikit minyak lalu dicampurkan ke sausnya dan dimasak sampe mendidih. Sausnya pun jadi. Praktis sekali bukan? Untuk daging cincang, bisa dibeli di supermarket jadi ngga usah repot2 memotong daging ayam dan menggilingnya.

Sarapan spaghetti siap disantap

Setelah spaghetti dan sausnya siap, maka kami pun sarapan spaghetti yang lezat. Ngga kalah lezat dengan spaghetti yang dibeli dari luar, murah meriah pula. 1 kemasan spaghetti 250 gram sekitar Rp. 7.500, sedangkan sausnya sekitar Rp. 15.000. Bisa untuk 3 porsi orang dewasa. Semoga segera dibuat saus rasa lain selain Bolognese...

Tuesday, February 23, 2010

Pia Cap Mangkok dari Malang

Thank you kepada Lenny karena udah kasih bonus Pia cap mangkok dari Malang ketika aku memesan clutch Alena dari Mimo. Clutch Alena yg kubeli warna creme, sungguh cantik dan aku menyukainya. Cuma karena aku masih belum memakainya jadi belum posting penampakannya, ntar kalo udah kupakai kufoto akan kumasukkan di sini yah. Kembali tentang pia, semuanya berawal dari blogku tentang Pia Legong kemarin dan di sana aku menulis bahwa aku menyukai pia rasa keju dibanding pia coklat. Blogku tentang Pia Legong tsb dibaca Lenny yang juga suka pia keju, kemudian menawarkan untuk mengirimi pia cap Mangkok yang katanya enak juga untuk kucoba dan direview di sini :)

Komposisi bahan pia cap Mangkok

Setelah kertas pembungkus dibuka

Setelah kuterima paketnya, langsung kubuka dan aku sempat kaget karena ternyata pia yang dikirimi ada 3 buah! Kukira hanya dikasih 1 bungkus pia yang rasa keju dan ternyata dikirimi 3 buah masing2 rasa keju, coklat dan kacang hijau. Thank you, Lenny :) Langsung kubuka bungkusan pia rasa keju dan kucicipi, keju dalam pianya lebih kering dari keju yang ada di Pia Legong. Rasa kejunya pun ngga terlalu terasa. Kemudian pia rasa coklat, isi coklatnya pun sama kering kayak pia kejunya. Kalo Pia Legong, coklatnya bener2 masih basah seperti nutello. Sedangkan pia kacang hijau, itu yang menurutku paling enak. Rasanya gurih dan kacang hijaunya pun terasa..

Pia rasa keju

Pia rasa coklat

Pia rasa kacang hijau

K
uceritakan pada Lenny bahwa pia kacang hijaunya yg paling enak, ternyata kata Lenny pia cap Mangkok yang paling enak dan paling laris itu yg kacang hijau. Lalu kuperhatikan kemasan kertas pembungkusnya, ada tulisan Pia Kacang Hijau bahkan untuk pia rasa keju dan coklat. Aku sempat browsing di internet, ternyata pia cap Mangkok itu merupakan oleh2 yang terkenal dari Malang. Thank you, Lenny krn aku udah dikirimi pia maka aku bisa mencicipi pia kacang hijau enak yang terkenal dari Malang tsb :)

Wednesday, January 27, 2010

Pia Legong

Ketika merasa lapar dan di rumah ngga ada cemilan, aku pun cuci mata dan browsing2 mencari cemilan di internet sampe nyasar ke situs Dewix's Shop tempat kubeli Pie Susu Bali tempo hari. Dan di sana kulihat ada foto baru yaitu foto Pia Legong yang ngga asing bagiku karena aku pernah memakannya. Saat itu Benny seminar di Bali dan mendapat oleh2 dari kakak temannya yang tinggal di Denpasar berupa Pia Legong. Sebelumnya aku membaca blog dari Stephanie Angela tentang Pia Legong ini, aku langsung ngiler karena pianya tampak enak dan gemuk. Dan ngga kusangka2 karena sebulan kemudian setelah membaca blog Stephanie aku mendapat oleh2 Pia Legong! Horee...

Ada 3 rasa : keju, coklat dan kacang ijo

Isinya 5 keju dan 5 coklat

A
ku mendapat oleh2 Pia Legong tsb udah lama, sekitar Agustus tahun lalu dan baru sekarang kuposting. Ketika menerima oleh2nya, kemasannya cantik. Ada tas karton warna merah bata, dan dusnya juga apik dengan warna sama dengan tas kartonnya yaitu merah bata. Ketika kubuka kotaknya dan melihat isinya langsung terbit air liurku dan ngga bisa kutahan diri untuk segera memakannya. Dusnya berisi 5 buah pia keju dan 5 buah pia coklat. Pianya gemuk2, ngga seperti pia khas Semarang yg lebih kecil. Juga agak berminyak shg tampak gurih, kuambil yang rasa keju duluan karena aku bukan penggemar coklat. Setelah digigit sampai tampak isi kejunya, dugaanku ngga salah karena pianya benar2 enak!! Kejunya bukan keju susu yang kental dan meleleh tapi kejunya kering dan gurih. Setelah beberapa gigitan, tahu2 pia kejunya habis. jadi ingin mencoba yg coklat. Kugigit lagi sampe tampak isi coklatnya, tampak coklat padat yang kental seperti nutella coklat dimasukkan ke dalam pianya. Kemanisan bagiku.

Pia Coklat dan Pia Keju

Pia Keju


Pia Keju

Setelah posting blog ini, aku benar2 jadi lapar dan ingin makan lagi Pia Legongnya yang isinya full keju hehe. Benar2 enak dan ngga enek. Kuintip2 sekali lagi Dewix's Shop.... di sana, Pia Legong harganya 60.000/dus dan hanya ada rasa coklat dan keju.

Saturday, January 9, 2010

Cheese Cake Factory di Tomang


Kita akhirnya ke Cheese Cake Factory sebelum libur Natal kemarin, itu pun dengan spontan mampir ke sana. Saat itu kita ke JNE di Tomang mau kirim paket, ternyata antrinya panjang bener... maklum menjelang liburan jadi banyak yang mau kirim paket. Setelah menunggu dengan sabar, dipanggil juga nomer antrian yang kuambil. Setelah beres, aku jadi lapar dan ingin ngemil. Tadinya mau mampir ke MTA tapi ketika melewati Cheese Cake Factory, kita berubah pikiran dan akhirnya mampir ke sana sekalian mencoba cheese cakenya yang katanya enak. Saat itu sudah sore, jam 5.30 tapi masih terang. Cuacanya enak dan menyenangkan.

Cheese Cake Factory Tomang

Tampak depan Cheese Cake Factory Tomang

Syukurlah ngga sulit mendapat tempat parkir di sana, biasanya jam sore2 spt ini rame sekali di sana sampe kadang membuat lalu lintas di depan Cheese Cake Factory macet. Langsung kita dibukakan pintu ketika kita hendak masuk. Karena cuacanya enak maka kita memilih duduk di atas, di ruang terbuka dengan payung2. Kita dipersilahkan naik, ternyata ngga ada orang yg duduk di ruang terbuka tsb jadi kita merasa lebih leluasa. Kita disodori menu. Karena kita mau makan kue, maka kita disuruh turun ke lantai bawah untuk memilih kue yg mana yang mau dipesan. Sebelum kita turun, kita memesan minuman dulu. Aku memesan minuman blueberry sedangkan Benny memesan minuman Oreo, sorry aku lupa detail nama minumannya apa.

Suasana di lantai bawah

Suasana di sekitar pintu masuk

Ada tempat duduk sofa dekat bar di lantai atas

Suasana tempat duduk di lantai atas

Kita turun ke lantai bawah untuk memilih kue, ada beberapa orang antri di kasir. Dan bagian cake chiller dikerumuni orang2 yang sedang memilih kue cantik2 yang menggiurkan sekali. Aku sendiri juga kebingungan memilih dan akhirnya memilih Asian Fruit untuk di makan di tempat dan tiramisu serta strawberry cheese cake untuk dibawa pulang. Sedangkan Benny memesan Blueberry Cheese Cake. Setelah memilih kue, kita kembali ke tempat duduk kami di lantai atas. Sambil menunggu pesanan datang, kita bisa melihat pemandangan di jalan raya. Ngga lama kemudian minuman dan disusul kue datang. Minuman blueberry maupun oreo sama enak dan ngga terlalu manis. Lalu kita mencoba kuenya.

Aneka kue cantik2 menggiurkan

Bagian es krim

Asian Fruit, kue pilihanku bukan cheese cake tapi roti dengan lapisan krim. Aku sebenarnya ngga terlalu suka cheese cake karena sering enek dan ngga habis makan walau hanya sepotong. Jadi kupilih Asian Fruit dan ternyata pilihanku ngga salah, aku menyukainya dan bisa menghabiskannya tanpa rasa enek. Asian Fruit terdiri dari lapisan2 roti, krim dengan potongan buah kering di tengah lapisan2 rotinya. Di atasnya ada taburan keju parut, potongan buah kering dan buah strawberry. Lalu Blueberry cheese cake, ternyata kemanisan banget jadi aku langsung enek makannya. Jadi teringat aku udah pesan strawberry cheese cake, pasti rasa kurang lebih sama cuma buahnya yang berbeda.

Pemandangan ke jalan raya

Minuman, Blueberry & Oreo

Blueberry Cheese Cake

Asian Fruit

Tiramisu dan Strawberry Cheese Cake

Cheese Cake Factory setelah hari gelap

Setelah selesai makan, perut kenyang. Hari udah mulai gelap, lampu2 mulai dinyalakan. Kita pun segera minta bon dan agak susah memanggil pelayan yg ada di dalam ruangan sedang kita di luar ruangan. Walau gitu, pelayanannya baik dan ramah. Setelah membayar, kita pun pulang. Aku merasa kue di sana biasa saja, masih kalah sama kue2 dari Bakerzin. Kue tiramizu yang kubeli untuk dibawa pulang lumayan rasanya tapi tiramisu dari Bakerzin jauh lebih enak. Kalo dilihat dari harga, kue2 di Cheese Cake Factory ngga gitu mahal kalo dibanding kue2 dari Bakerzin. Kuperhatikan buah strawberry di Cheese Cake factory memakai buah lokal sedang di Bakerzin memakai buah import yang lebih mahal maka harga kue juga lebih mahal.

Tuesday, December 8, 2009

Cimory Resto di Puncak


Sudah lama aku ingin ke Cimory Resto yg berada di Puncak. Long weekend kemarin kesampaian juga keinginanku ke sana. Aku belum pernah ke sana, sementara teman2ku udah banyak yg pernah ke sana. Dari cerita teman2, dan dari gambar2 yg kulihat dari websitenya www.macro.co.id maka beberapa hari sebelum long weekend tsb kumantapkan diri untuk ke sana. Gambar menu yg ada sosisnya yg paling menggodaku hehe. Kemudian diputuskan ke sana pada hari Sabtu untuk menghindari arus menuju ke Puncak yg diperkirakan akan rame pada hari Jumat.

Papan Cimory Resto tampak dari kejauhan

Papan Cimory Resto dari Dekat

Sabtu pagi itu cerah, hari yg baik untuk berangkat ke Cimory Resto. Tapi ternyata cuaca cerahnya ngga lama, setelah sekitar 1 jam di perjalanan cuaca mulai mendung dan kemudian gerimis. Kita meninggalkan Jakarta sekitar jam 11 menuju ke Puncak. Ternyata perjalanannya jauh juga, aku udah lama ngga ke Puncak soalnya. Dan macet sekali pula sejak keluar dari tol sampe ke Cimory. Kalo dihitung2 total waktu perjalanannya kurang lebih 2 jam terhitung dari masuk tol Jakarta. Di perjalanan ketika melihat papan bertuliskan Cimory Resto inggal 2 km lagi, aku sangat gembira karena udah sangat lapar hehe. Saat tiba di Cimory, sekitar jam 13.20 jadi udah waktu makan siang...

Penampakan pertama ketika sampe ke Cimory Resto

Patung Sapi yg merupakan ikon dari merk Cimory

Tampak Depan Resto Cimory bergaya minimalis

Pelataran Parkir di Belakang Cimory Resto

Taman bermain untuk anak2

Karena kita tiba pada jam makan siang maka ngga heran kalo pelataran parkirnya penuh sekali, kitapun disuruh parkir di belakang Cimory Resto yg ternyata sangat terjal. Untunglah ada 1 tempat parkir kosong yg kemudian segera kita tempati. Saat itu hujan udah berhenti, kita pun turun dan menghirup udara segar pegunungan yg sejuk sambil meregangkan tubuh. Kita langsung naik ke area restoran melewati taman bermaik anak2, dan ketika sampe ke restoran... astaga rame di sana. Benar2 penuh sekali di sana, di mana2 penuh orang. Kita langsung menuju ke tempat booking meja. Ternyata kita harus antri jadi kita hanya bisa menunggu. Kulihat ada Cimory Shop di belakang meja booking meja, kita pun masuk ke sana melihat2. Ternyata di sana menjual aneka cemilan, susu, yoghurt, aneka macam sosis dan ada juga Cimory Bakery yg menyediakan aneka macam roti. Aku membeli beberapa yoghurt dan cemilan.

Cimory Shop

Aneka macam yoghurt di dalam kotak pendingin

Sekitar 15 menit kemudian kita udah dipanggil untuk menempati meja kosong dekat dapur penyajian minuman dan makanan ringan, tempat yg strategis dan cukup nyaman. Kita langsung didatangi pelayan yg memberitahu bahwa kita masih blm bisa memesan menu utama karena penuhnya pesanan di dapur tapi masih bisa memesan makanan pembuka dan minuman. Astaga ini pengalaman baru dan pertama kalinya bagiku. Saking ramenya sampe ngga bisa memesan menu utama! Jadi kita memesan makanan pembuka dulu yaitu sup dan tahu seaweed. Lalu memesan minuman Blueberry Yoghurt yg sering kupesan kalo mampir ke stand Cimory di Jakarta. Syukurlah pelayanannya cukup cepat karena ngga lama menunggu, minuman dan makanan pembuka tahu seaweed udah datang kemudian disusul sup. Karena lapar, kita langsung menyikat tahu seaweed panas2, enak sekali. Kemudian pelayan datang lagi memberitahu bahwa kita udah bisa memesan menu utama, akhirnya! Kita pun cepat2 memesan menu yg udah kita pilih dari tadi yaitu Assorted Mini Grills, menu yg sama di gambar dalam websitenya hehe.


Meja2 penuh terisi

Di lantai bawah juga tampak penuh

Yang ini juga meja2nya penuh

Sambil menunggu hidangan utama datang, kita menikmati suasana dan udara sejuk di sana. Setiap meja terisi dan para pelayan sibuk mondar mandir mengantar makanan. Syukurlah meja yg kita tempat dekat dapur tempat penyajian makanan pembuka dan minuman sehingga meja kita pasti ngga akan terlewatkan oleh pelayan dan juga selalu ada pelayan yg bisa kita panggil kalo perlu sesuatu. Meja kita di tepi pagar dan bersebelahan dengan meja lain hanya di satu sisi saja. Kemudian akhirnya makanan utama datang, tampak sosis, kentang dan sayuran terhidang di atas hotplate yang panas sehingga tampak asap mengepul dan menebarkan aroma harum. Ngga bisa menahan lapar, aku langsung melahap sosisnya. Ternyata enaaaak!!! Sosisnya empuk dan gurih, kentangnya juga bumbunya pas sedangkan sayurannya menambah selera.

Dapur penyajian minuman dan makanan pembuka/makanan ringan

Tahu Seaweed, enak dimakan panas2 dengan saos

Blueberry Yoghurt


Assorted Mini Grills

Setelah selesai makan, bener2 aku merasa puas makan di sana. Tahu seaweed, minuman dan sosisnya semuanya enak. Ingin mencoba menu sosis lainnya tapi perut udah penuh hehe. Ngga menyesal melewati kemacetan hari itu demi ke Cimory Resto tapi kalo lain kali mau kembali lagi ke sana melewati kemacetan yg sama rasanya enggan juga. Maybe kalo mau ke Puncak saja pasti akan mampir lagi ke sana mencoba menu sosis yang lain :)
Related Posts with Thumbnails
 
BEAUTY